TEKNIK PEMIJAHAN LELE SANGKURIANG
Saat ini banyak berkembang cara
pemijahan ikan lele, mulai dari cara alami hingga cara intensif. Hampir semua
metode bisa dilakukan sendiri oleh para pembudidaya. Cara pemijahan ikan lele
secara alami dilakukan dengan melepaskan ikan lele berpasangan dalam kolam yang
telah dipersiapkan. Ikan lele yang siap kawin akan melakukan pembuahan dengan
sendiri.
Sedangkan, cara pemijahan
ikan lele intensif dilakukan dengan penyuntikan hormon, penyuntikan hipofisa,
hingga pembuahan in vitro atau pembuahan dalam tabung reaksi yang dilakukan
oleh manusia. Berikut beberapa metode pemijahan ikan lele yang bisa dilakukan
para pembudidaya secara mandiri.
2.1. Pematangan Gonad
Pematangan gonad lele sangkuriang dilakukan di kolam
tanah. Caranya, siapkan kolam ukuran 50 m2, keringkan selama 2-4 hari dan
perbaiki seluruh bagian kolam, isi air setinggi 50-70 cm dan alirkan secara
kontinyu, masukkan 300 ekor induk ukuran 0,7-1,0 kg, beri pakan tambahan berupa
pellet khusus lele dumbo sebanyak 3% setiap hari.
Catatan: induk jantan dan betina dipelihara terpisah.
2.2. Pematangan di bak
Pematangan gonad juga bisa dilakukan di bak. Caranya,
siapkan baktembok ukuran panjang 8m, lebar 4m dan tinggi 1m; keringkan selama
2-4 hari, isi air setinggi 80-100 cm dan alirkan secara kontinyu, masukkan 100
ekor induk, beri pakan tambahan (pellet) sebanyak 3 persen/hari.
Catatan: induk jantan dan betina dipelihara terpisah.
2.3.Seleksi
Seleksi induk lele sangkuriang dilakukan dengan
melihat tanda-tanda pada tubuh.
Tanda induk betina yang matang gonad :
- perut
gendut dan tubuh agak kusam
- gerakan
lamban dan punya dua lubang kelamin
- satu
lubang telur satu lubang kencing
- alat
kelamin kemerahan dan agak membengkak
Tanda induk jantan yang matang gonad :
- gerakan lincah, tubuh memerah dan bercahaya
- punya satu lubang kelamin yang memanjang, kemerahan,
agak membengkak dan berbintik putih (Basahudin, 2009).
2.4. Pemijahan dan Pemeliharaan Larva
Pemijahan ikan lele sangkuriang dapat dilakukan dengan
tiga cara yaitu : pemijahan alami (natural spawning), pemijahan semi alami
(induced spawning) dan pemijahan buatan (induced/artificial breeding).
Pemijahan alami dilakukan dengan cara memilih induk jantan dan betina yang
benar-benar matang gonad kemudian dipijahkan secara alami di bak/wadah
pemijahan dengan pemberian kakaban. Pemijahan semi alami dilakukan dengan cara
merangsang induk betina dengan penyuntikan hormon perangsang kemudian
dipijahkan secara alami. Pemijahan buatan dilakukan dengan cara merangsang
induk betina dengan penyuntikkan hormon perangsang kemudian dipijahkan secara
buatan.
Proses pemijahan untuk mengawinkan lele jantan dan
lele betina tidaklah sulit. Pemijahan yaitu proses mempertemukan induk jantan
dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Proses ini biasanya
dilakukan pada kolam-kolam khusus pemijahan, dengan mencampurkan lele jantan
dan lele betina yang sudah memenuhi syarat tertentu.
Syarat Indukan Jantan
- Kepala induk jantan lebih kecil dari betinanya, serta tulang
kepalanya gepeng
- Warna kulit dada induk jantan lebih tua dibandingkan yang betina,
serta kulitnya lebih halus daripada betina
- Kelamin jantan menonjol, memanjang ke arah belakang dibelakang anus
dengan warna kemerahan
- Perut indukan jantan lebih langsing dan kenyal dibanding induk
betina
- Gerakan lele jantan lebih lincah dibandingkan yang betina
Syarat Indukan Betina
- Kepalanya lebih besar dibandingkan induk betina
- Warna klit dada lele betina lebih terang dibandingkan yang jantan
- Kelamin induk betina berbentuk oval dan berwarna kemerahan,
lubangnya lebar dan letaknya di belakang anus. Biasanya sel telur yang
telah matang berwarna kuning
- Untuk induk betina biasanya geraknya tidak selincah induk jantan
- Perutnya lebih gembung dari induk jantan
Perutnya lebih gembung dari induk jantan Selama proses
pemijahan indukan lele diberi makanan yang memiliki kadar protein cukup tinggi.
Setelah diberikan protein yang cukup tinggi, induk betina siap untuk dibuahi.
Sel telur yang telah dibuahi akan menetas menjadi anakan lele setelah 24 jam.
Setelah berumur satu minggu pisahkan hasil anakan dengan induk betina,
sedangkan untuk pemindahan anakan setelah anakan berumur dua minggu.
-
A.Pemijahan AlamiPemijahan ikan lele secara alamiLangkah pertama untuk pemijahan ikan lele secara alami adalah dengan memilih induk betina dan jantan yang sudah matang gonad. Pilih sepasang ikan lele yang memiliki bobot seimbang, tujuannya agar salah satu induk tidak ketakutan terhadap induk lainnya. Keseimbangan bobot sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemijahan.Sebelum proses pemijahan ikan lele dilakukan, siapkan terlebih dahulu kolam tempat memijah. Kolam yang ideal untuk pemijahan adalah panjang 2-3 meter, lebar 1-2 meter dan kedalaman 1 meter. Sebaiknya dasar kolam terbuat dari semen atau fiberglass agar mudah mengawasi telur hasil pembuahan. Sebelumnya kolam harus dikeringkan dan dijemur, kemudian diisi air sedalam 30-40 cm. Gunakan air yang berkualitas baik, bersih dan jernih.Pasang kakaban, bisa dibuat dengan ijuk yang dijepit dengan bambu seukuran area kolam. Gunakan pemberat agar kakaban tersebut tenggelam tidak mengapung di atas permukaan air. Kakaban berfungsi agar telur hasil pemijahan tidak berhamburan dan mudah dipindahkan. Buatlah kakaban sekokoh mungkin agar tidak berantakan oleh indukan yang aktif. Air untuk pemijahan ikan lele harus kaya oksigen, oleh karena itu berikan aerasi pada kolam pemijahan. Atau, apabila tersedia sumber air yang cukup buatkan aliran masuk dan keluar. Atur debit air sebanyak 2-3 liter per detik.Waktu yang tepat untuk memasukan indukan kedalam kolam pemijahan adalah sore hari. Biasanya ikan lele akan memijah sekitar pukul 23.00 hingga pukul 05.00. Selama proses pemijahan ikan lele kolam harus ditutup, untuk mencegah induk ikan loncat keluar kolam. Pada pagi hari, biasanya proses pemijahan sudah selesai. Telur akan menempel pada kakaban. Telur yang berhasil dibuahi berwarna transparan sedangkan yang gagal berwarna putih susu.Setelah proses pemijahan selesai, segera angkat induk dari kolam pemijahan ikan lele. Hal ini untuk menghindari telur disantap oleh induk ikan, karena setelah memijah induk ikan betina akan merasa lapar. Selanjutnya telur yang telah dibuahi ditetaskan. Penetasan bisa dilakukan di kolam pemijahan ataupun di tempat lain seperti akuarium, fiberglass atau kolam terpal. Selama proses penetasan suplai oksigen (aerasi) harus dipertahankan dan suhu distabilkan pada kisaran 28-29oC.Telur yang telah dibuahi akan menetas dalam 24 jam menjadi larva. Setelah itu segera pisahkan telur yang gagal atau larva yang mati untuk mencegah tumbuhnya jamur. Larva yang menetas akan bertahan tanpa pemberian makanan tambahan selama 3-4 hari. Selanjutnya lakukan proses pemesaran larva.Secara singkat langkah-langkah pemijahan ikan lele Sangkuring secara alami adalah sebgai berikut:- Siapkan bak berukuran panjang 2m, lebr 1m, dan tinggi 0,4 m- Keringkan selama 2-4 hari- Isi air setinggi 30 cm dan biarkan mengalir selama pemijahan- Pasang hapa halus seusai ukuran bak- Masukkan ijuk secukupnya- Masukkan 1 ekor induk betina yang sudah matang gonad pada siang atau sore hari- Masukkan pula 1 ekor induk jantan- Biarkan memijah- Esok harinya tangkap kedua induk dan biarkan telur menetas di tempat itu.Hasil pemijahan alami lele sangkuriang biasanya kurang memuaskan. Jumlah telur yang keluar tidak banyak.B. Pemijahan Semi Alami- Perbandingan induk jantan dan betina 1:1 baik jumlah maupun berat- Penyuntikkan langkahnya sama dengan pemijahan buatan- Pemijahan langkahnya sama dengan pemijahan alamiPenyuntikkan dengan ovaprim
- Penyuntikkan adalah kegiatan memasukkan hormon perangsang ke tubuh induk betina. Hormon perangsang yang digunakan adalah ovaprim. Caranya, siapkan induk betina yang sudah matang gonad; sedot 0,3 mil ovaprim untuk setiap kilogram induk; suntikkan ke dalam tubuh induk tersebut; masukkan induk yang sudah disuntik ke dalam bak lain dan biarkan selama 10 jam.
